Menengok Kunjungan Industri Mahasiswa Polteka Mangunwijaya ke Herbal Indo Utama

Sebanyak 22 mahasiswa dari Program Studi D3 Farmasi Politeknik Katolik (Polteka) Mangunwijaya melakukan kunjungan industri ke Herbal Indo Utama di Sawangan, Magelang, pada Sabtu (9/8/2025). Mereka jauh-jauh berangkat dari Semarang demi bisa menimba ilmu langsung di lapangan.

Kunjungan yang berlangsung selama setengah hari ini dimulai pada pukul 08.00 WIB. Acara diawali dengan sambutan dari perwakilan Herbal Indo Utama dan Polteka Mangunwijaya, dilanjutkan dengan pengenalan singkat mengenai profil dan jalannya perusahaan.

Sebagai informasi, Herbal Indo Utama sendiri telah beroperasi sejak 2009. Saat ini, Herbal Indo Utama berinisiatif membawa kebermanfaatan melalui acara Eduwisata Kebun Herbal untuk memberi wawasan seputar tanaman obat dan industrialisasinya kepada instansi secara umum.

Foto Kunjungan Polteka Mangunwijaya ke Herbal Indo Utama

Rangkaian kunjungan dibagi menjadi dua sesi. Sesi pertama, dari pukul 08.25 hingga 10.00, fokus pada sarana budi daya dan pasca-panen. Mahasiswa diajak berkeliling ke kebun herbal, area pembibitan, dan ruang pengeringan, di mana mereka bisa melihat langsung proses penanaman hingga dikeringkan menjadi bahan baku.

Sesi kedua, dari pukul 10.05 hingga 11.20, membawa mahasiswa ke sarana pabrik. Di sini, mereka mengunjungi area UKOT (Usaha Kecil Obat Tradisional), UKOS (Usaha Kecil Obat Tradisional Standar), MD (Makanan dan Minuman), R&D (Research and Development), QC (Quality Control), dan gudang produk.

Kunjungan ini memberikan gambaran terkait proses produksi, standar kualitas, serta distribusi produk herbal dalam skala industri. Kunjungan ditutup dengan sesi tanya jawab interaktif, dilanjutkan dengan penutupan dan sesi foto bersama pada pukul 11.40 WIB.

Kunjungan ini memberikan banyak pengalaman baru yang berharga bagi para mahasiswa. Muhammad Hisyam, salah satu peserta, mengungkapkan detail pembelajaran yang ia dapatkan, “Dari kunjungan industri hari ini saya mendapatkan banyak pengalaman baru.”

Saat ditanya, Hisyam menjelaskan bahwa di area perkebunan, ia belajar seputar pembibitan, budi daya tanaman, dan metode pasca-panen, termasuk sortasi kering bahan baku menjadi simplisia. Selanjutnya, di sarana yang lain, bahan-bahan ini diproses menjadi berbagai sediaan farmasi, seperti krim, sirup, hingga sediaan pangan.

“Di sini saya juga bisa belajar CPOTB (Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik) yang baik, mulai dari personalia, fasilitas, dan step by step proses pembuatan, seperti cara penggunaan APD yang baik, kemudian memasuki ruangan dari masing-masing produksi yang sesuai kualifikasi,” ujar Hisyam menjelaskan pembelajaran di pabrik.

Peserta lain, Gloria, juga menyampaikan kesannya yang serupa, “Di sini saya banyak belajar, mengetahui, bagaimana cara penanaman dan pengolahan tanaman herbal. Saya juga mempelajari bagaimana cara memproduksinya, kemudian saya mempelajari bagaimana pembuatannya.”