Belajar Langsung di Pabrik, STIKES Bhakti Pertiwi Luwu Raya Palopo Kunjungi Herbal Indo Utama

Sebanyak 131 mahasiswa STIKES Bhakti Pertiwi Luwu Raya Palopo mengadakan kunjungan industri ke Herbal Indo Utama. Rombongan dari program studi S1 Gizi, D3 Farmasi, dan S1 Farmasi ini datang untuk mempelajari langsung operasional industri farmasi herbal dan olahan pangan yang telah berstandar CPOTB serta CPPOB.

Kegiatan edukatif Herbal Indo Utama ini, mendapatkan apresiasi penuh dari pihak kampus. Ketua STIKES Bhakti Pertiwi Luwu Raya Palopo, Dr. Ns. Agustina Palamba, S.Kep., M.Kes., menekankan pentingnya pengalaman ini bagi mahasiswa dan masyarakat.

“Luar biasa, Herbal Indo Utama mempunyai banyak sekali produk yang betul-betul bisa memberikan kesembuhan kepada masyarakat. Kita berharap masyarakat terus diedukasi agar bisa memakai herbal, karena obat-obatan paten sekarang sangat mahal,” jelasnya.

STIKES Bhakti Pertiwi Luwu Raya

Rangkaian kunjungan ini dilakukan secara padat namun komprehensif. Dimulai pada pukul 09.00, acara dibuka dengan pengenalan profil perusahaan. Setelah itu, para mahasiswa langsung diajak meninjau fasilitas pertama di area Japun.

Di sana, mereka mendapat edukasi mengenai ratusan jenis tanaman di kebun herbal, serta melihat langsung rumah pembibitan, fasilitas pascapanen, ruang pengolahan simplisia, hingga gudang produk jadi.

STIKES Bhakti Pertiwi Luwu Raya Kunjungi Herbal Indo Utama

Menjelang siang, tur berlanjut ke fasilitas kedua di Kalangan. Rombongan diajak meninjau gudang bahan baku serta area produksi obat tradisional, olahan pangan, dan kosmetik. Kunjungan lapangan ini kemudian diakhiri di kawasan Surodadi untuk melihat lebih dekat ruang quality control.

Selama menyusuri berbagai area produksi tersebut, mahasiswa mendapat penjelasan mendetail dari tim ahli yang bertugas. Mereka juga leluasa mendokumentasikan kegiatan, mengamati cara kerja mesin, dan berdiskusi langsung mengenai proses operasional yang ada di lapangan.

Kunjungan industri ini akhirnya ditutup pada pukul 14.30 dengan sesi tanya jawab interaktif. Fatah Amin Jamaludin, salah satu mahasiswa D3 Farmasi, menyampaikan antusiasmenya terhadap pengalaman belajar hari itu.

“Pertama, saya merasa sangat senang dan bangga bisa hadir di tempat ini. Banyak banget pelajaran yang mungkin belum saya dapatkan di perkuliahan. Jadi, hal ini bisa menambah ilmu dan wawasan saya terkait bagaimana industri obat tradisional itu berjalan,” pungkasnya.