“Setelah dua hari ini, setelah mengunjungi industri Herbal Indo Utama, saya mendapat banyak sekali ilmu, terutama tentang bagaimana memproduksi obat herbal dan jamu tradisional. Ilmu ini sangat bermanfaat karena belum tentu saya dapatkan di bangku kuliah,” cerita Haikal.
Pengalaman Haikal tersebut adalah bagian dari kegiatan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) mahasiswa S1 Farmasi Universitas Borneo Lestari (UNBL) di Herbal Indo Utama (HIU), pada Kamis hingga Jumat (5-6/2/2026).
Di HIU, sebanyak 179 mahasiswa UNBL diajak untuk mengenal lebih dekat seluk-beluk dunia industri obat herbal. Selama dua hari berkegiatan, mahasiswa tidak hanya mendapatkan ilmu berupa teori saja, melainkan pengalaman on-hand dan praktikum juga.

Pada hari pertama, rombongan diajak berkeliling melihat langsung berbagai sarana di HIU. Kunjungan dimulai dari fasilitas Japun, yang meliputi kebun herbal, rumah pembibitan, hingga ruang pengolahan simplisia dan pasca-panen.
Setelah itu, mereka dibawa menuju pabrik di area Surodadi dan Kalangan untuk meninjau langsung proses produksi obat herbal, olahan pangan, dan kosmetik. Di setiap titik pos sarana, tenaga ahli yang bertugas siap sedia mendampingi dan menjelaskan, segala detail tanaman hingga cara kerja mesin di area produksi.
Menariknya, mahasiswa juga diberi kebebasan untuk mencoba alat produksi secara langsung (on-hand) dan mencicipi beberapa tanaman obat di kebun. Kegiatan hari pertama lantas ditutup dengan pemaparan materi bertajuk “Peran Farmasis di Dunia Industri” oleh Apoteker HIU, Bapak apt. Agus Santosa, S.Farm.

Memasuki hari kedua, fokus kegiatan beralih pada pengenalan aspek bisnis dan pemasaran. Mahasiswa mendapatkan pembekalan dari Manager Marketing HIU, Bapak Erik Arya Tandi, Amd.Farm., disusul materi kewirausahaan dari Manager Marketing Maklon HIU, Bapak An’im Fathoni Arianto, S.Farm.
Rangkaian KKL ini akhirnya ditutup dengan praktik simulasi mini industri secara berkelompok, di mana hasilnya dipresentasikan langsung di hadapan dewan juri. Di sesi ini, mahasiswa ditugaskan untuk memproduksi sendiri produk herbal dan mensimulasikan proses bisnisnya ke dalam Business Model Canvas (BMC).

Pendekatan belajar yang komprehensif sekaligus interaktif ini, disambut baik oleh pihak kampus. Satu dosen Fakultas Farmasi UNBL, Bapak apt. Depy Oktapian Akbar, M.Farm., berharap pengalaman lapangan ini bisa menjadi bekal yang aplikatif ke depannya bagi mahasiswa.
“Alhamdulillah mahasiswa mendapatkan berbagai macam gambaran, berbagai macam manfaat, terkait industri obat herbal. Banyak yang dilakukan oleh mahasiswa, (seperti) praktik mandiri, mini industri,” ujar Bapak Akbar.
“Mudah-mudahan nanti, gambaran ini bisa menjadi bekal untuk mahasiswa, untuk mengembangkan UMKM di daerah kota asal, terutama di Banjarbaru, Kalimantan Selatan,” ungkap harapan Bapak Akbar melanjutkan.




