Pernah dengar tanaman kelor? Nah, banyak yang menjuluki pohon ajaib ini sebagai superfood dan obat. Mungkin, banyak dari kita yang menganggapnya sebagai sayuran biasa. Padahal, masyarakat Indonesia, telah lama mengambil manfaat kelor sebagai obat-obatan tradisional.
Kelor atau Moringa oleifera adalah tumbuhan yang setiap bagiannya (dari daun, batang, hingga akarnya) menyimpan segudang manfaat. Julukannya sebagai pohon ajaib bukan tanpa alasan. Bahkan, ilmuwan menyebutnya sebagai pohon kehidupan, lantaran kandungan gizinya yang luar biasa.
Daun kelor kaya akan vitamin C dan A, kalsium, kalium, serta protein yang bahkan lebih tinggi daripada yoghurt dan susu. Lantas, bagaimanakah masyarakat Indonesia memanfaatkan keajaiban alam ini sejak dahulu kala? Pasalnya, kelor ternyata telah dimanfaatkan sejak dulu di seluruh penjuru nusantara.
Menilik Manfaat Kelor dalam Pengobatan Tradisional

Direktorat Obat Asli Indonesia menyebutkan bahwa masyarakat Indonesia, telah lama menggunakan kelor sebagai bahan pangan dan obat. Nah, berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Direktorat Obat Asli Indonesia, berikut adalah beberapa cara unik penggunaan kelor di berbagai daerah.
1. Obat Luka dan Keseleo
Masyarakat asli Sulawesi Selatan, telah lama menggunakan daun kelor sebagai obat luar untuk mempercepat penyembuhan luka. Caranya sangat sederhana, daun kelor ditumbuk halus lalu ditempelkan langsung pada luka atau bagian yang keseleo.
Selain itu, ramuan dari campuran daun kelor, buah pala, jintan hitam, jintan putih, dan urang aring juga efektif untuk mengobati keseleo. Secara empiris, khasiat utama dari ramuan kelor ini adalah mengurangi nyeri, mempercepat pemulihan jaringan otot, dan melancarkan peredaran darah di area yang cedera.
2. Penawar Demam

Bergeser ke Sulawesi Tengah, masyarakat setempat memanfaatkan daun kelor untuk mengobati demam dan stroke. Di daerah ini, daun kelor diolah menjadi sayur untuk mengobati malaria, stroke, dan darah tinggi. Ada juga cara lain yang unik, daun kelor ditumbuk, lalu air perasannya diminum.
Sementara itu, rebusan akar kelor dimanfaatkan untuk membantu penderita lever. Daun kelor populer di Sulawesi Tengah, khususnya daerah Palu dan Sigi, masyarakat di sana tak hanya memanfaatkannya sebagai sayur, melainkan juga teh celup, minuman rempah, kue bagea, hingga kacang telur.
3. Ramuan Kusta dan Pegal

Masyarakat Aceh menggunakan ramuan dari campuran daun kelor, benalu pohon asam, kunyit, pucuk jambu biji, dan air jeruk purut. Caranya dengan menumbuk, lalu menempelkannya pada bagian yang penyakit kusta. Sangat menarik, bukan?
Sedangkan di Kalimantan Timur sana, masyarakat membuat ramuan dari akar kelor, daun jeruk nipis, dan berbagai bahan herbal lainnya guna menghilangkan pegal linu. Nah, ramuan ini, biasanya mereka konsumsi dengan cara merebus dan meminumnya saat hangat.
4. Mengatasi Infeksi
Di Bengkulu, daun kelor muda diremas-remas dengan air, lalu air saringannya diminum untuk membantu penderita stroke. Sementara itu, di Maluku Utara, ramuan dari campuran daun kelor, batang kelor, daun sirih, dan buah sirih digunakan untuk mengobati keputihan.
Selain itu, secara umum, masyarakat Indonesia juga sudah lama memanfaatkan kelor sebagai obat luar. Daun segar yang dimasak bersama kacang hijau dan diminum di pagi hari digunakan untuk mengobati pembengkakan bernanah. Campuran remasan kelor dan kapur, juga banyak digunakan untuk mengobati kurap.
Penutup
Kelor adalah bukti nyata kekayaan alam Indonesia yang tidak ternilai harganya. Cerita-cerita di atas menunjukkan betapa tingginya kearifan lokal dalam memanfaatkan tanaman ini, jauh sebelum dunia modern mengenalnya sebagai superfood.
Nah, salah satu tanaman yang akan kita pelajari saat mengunjungi Eduwisata Kebun Herbal adalah kelor. Program edukasi ini terbuka bagi sekolah, lembaga, universitas, dan instansi-instansi lainnya dengan berbagai macam layanan yang bisa dipilih.
Eduwisata Kebun Herbal adalah bagian dari ekosistem HIU Group, sebuah program edukatif yang menggabungkan wisata alam dengan edukasi tanaman obat, kesehatan alam, dan dunia industri. Program ini hadir untuk memberi pengalaman yang berkesan, edukatif, dan inspiratif bagi semua kalangan.
Berlokasi di lingkungan asri dengan ratusan jenis tanaman berkhasiat obat, Eduwisata Kebun Herbal menjadi tempat yang tepat untuk belajar secara langsung mengenal tanaman herbal, cara pengolahannya, serta memahami manfaat kesehatan dari kekayaan alam Indonesia.




