Sebanyak 54 calon purna tugas dari Bank Rakyat Indonesia (BRI) se-Jawa Tengah mengikuti kunjungan edukasi ke Eduwisata Kebun Herbal di Magelang, pada Kamis (10/7/2025). Kunjungan ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan pariwisata kelompok calon pensiunan BRI di Magelang.
Tujuannya untuk memperkaya pengetahuan seputar budi daya herbal dan pemanfaatannya. Eduwisata Kebun Herbal adalah bagian dari ekosistem Herbal Indo Utama (HIU) Group yang berlokasi di perkebunan asri yang menaungi setidaknya 140 jenis tanaman berkhasiat obat.
Tempat ini memang difungsikan sebagai sarana budi daya tanaman herbal untuk bahan baku produksi, sekaligus pusat edukasi seputar tanaman herbal dan industrinya. Eduwisata Kebun Herbal menawarkan pengalaman belajar langsung yang aplikatif bagi semua jenis instansi.

Para peserta tiba di Eduwisata Kebun Herbal pada pukul 13.00 tepat. Acara diawali dengan pemaparan company profile Herbal Indo Utama oleh Bapak Erik Arya Tandi. Dalam sesinya, beliau tidak hanya memperkenalkan profil perusahaan, tetapi juga memberikan sekilas product knowledge obat herbal yang telah diproduksi.
Bapak Erik Arya Tandi juga memaparkan peluang usaha yang ditawarkan oleh Herbal Indo Utama sebagai agen dan reseller. Dijelaskan bahwa agen dan reseller akan mendapatkan dukungan penuh dari Herbal Indo Utama, termasuk materi promosi, konten, product knowledge, hingga testimoni produk.
Selain itu, agen dan reseller akan memperoleh layanan konsultasi medis yang melibatkan dokter langsung, untuk membantu proses diagnosis dan merekomendasikan herbal beserta dosis yang tepat. Keuntungan lainnya adalah akses langsung ke berbagai produk unggulan Herbal Indo Utama dengan harga khusus.
Setelah sesi pemaparan, kegiatan dilanjutkan dengan berkeliling ke sarana Eduwisata Kebun Herbal. Para peserta diajak mengunjungi kebun herbal, rumah pembibitan, ruang pengeringan, ruang pembuatan kemasan, dan gudang produk jadi, dipandu oleh Bapak Marno.
Bapak Marno menjelaskan secara rinci setiap jenis tanaman herbal yang ada di kebun beserta manfaatnya. Peserta juga punya kesempatan melihat langsung proses budi daya di rumah pembibitan dan pengolahan tanaman herbal menjadi simplisia di ruang pengeringan.
Kunjungan ini meninggalkan kesan positif bagi para peserta. Bapak Nyoman, salah seorang peserta, mengungkapkan, “Saya merasakan banyak manfaat yang selama ini belum saya ketahui, ternyata di sini ada sebuah perusahaan yang memproduksi obat herbal.”
“Semoga produk herbal ini buat teman-teman BRI bisa bergabung, bisa menjadi agen, bisa bekerja sama. Apalagi teman-teman (BRI) ini kebetulan akan memasuki masa purna, mau mencari aktivitas, mudah-mudahan kita bisa bekerja sama. Saya yakin obat herbal ini sangat besar manfaatnya buat kita semua,” lanjut Bapak Nyoman.
Senada dengan Bapak Nyoman, Bapak Muhammad Akbiabidi dari BRI Jepara menambahkan, “Saya melihat di sini memang sangat bermanfaat. Karena apa, kita melihat kalau obat herbal ini juga sesuai sunah Nabi juga, saya lihat tadi juga ada habbatus sauda dan yang lain-lain.”
Beliau melanjutkan, “Dan kita yakin dengan bergabung di sini, kita bisa belajar, memanfaatkan hasil-hasil bumi sebagai obat dan itu sangat bermanfaat bagi kita semua. Bagi teman-teman yang mungkin juga mau purna, mungkin bisa belajar, mengembangkan di daerahnya masing-masing.”



