Herbologi DRK Berkunjung ke Sarana Eduwisata Kebun Herbal

Sebanyak 20 peserta dari Herbologi DRK melakukan kunjungan industri ke Eduwisata Kebun Herbal di Magelang pada Kamis (10/7/2025). Tujuan dari rangkaian acara kunjungan ini adalah untuk memberikan pengalaman belajar lapangan terkait budi daya dan pengolahan herbal berskala industri.

Eduwisata Kebun Herbal merupakan bagian dari ekosistem Herbal Indo Utama (HIU) Group, lokasinya di area perkebunan asri di Kecamatan Sawangan yang menaungi 140 jenis tanaman berkhasiat obat. Fasilitas ini memang difungsikan sebagai budi daya, bahan baku, dan pusat edukasi seputar herbal.

Sebagai lembaga pelatihan yang berfokus pada peningkatan pengetahuan masyarakat dalam penguatan konsep rasionalisasi penggunaan tanaman obat, Herbologi DRK menjadikan kunjungan ini sebagai kesempatan berharga bagi pesertanya untuk belajar langsung dari tim Herbal Indo Utama.

Kunjungan Herbologi DRK

Para peserta tiba di sarana Eduwisata Kebun Herbal pada pukul 13.00, acara diawali dengan pemaparan company profile Herbal Indo Utama oleh Bapak Agus Santosa, yang memberikan gambaran umum mengenai profil dan sepak terjang perusahaan.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan menjelajahi berbagai sarana yang ada di Eduwisata Kebun Herbal, meliputi kebun herbal, rumah pembibitan, ruang pengeringan, ruang pengemasan, hingga pabrik produksi obat herbal, pangan olahan, dan kosmetik.

Dipandu langsung oleh Bapak Agus Santosa, peserta mendapatkan penjelasan mendalam mengenai jenis-jenis tanaman herbal dan manfaatnya. Peserta juga mengamati proses budi daya di rumah pembibitan, hingga pengolahannya menjadi simplisia setelah dipanen di ruang pengeringan.

Puncak kunjungan ini adalah ketika peserta berkesempatan melihat dan menerima penjelasan langsung terkait proses produksi di sarana pabrik, dan melakukan praktik sederhana pembuatan produk herbal menggunakan alat-alat yang tersedia.

“Alhamdulillah, (kami) mendapatkan kesempatan luar biasa untuk melihat bagaimana produksi herbal, mulai dari pemilihan bahan baku, kemudian proses produksi, dan kami juga melakukan praktik sederhana pembuatan herbal. Begitu banyak pengalaman dan ilmu yang saya dapatkan,” ujar dr. Katur Mubarak.

Setyo Hardianto juga turut berbagi kesannya, “(Saya) di sini survei, barang kali kami bisa outing untuk anak-anak Sekolah Alam Aqila. Kesannya luar biasa, keren, jadi terbuka wacana. Ternyata jamu itu juga diproses dengan sistem modern, ya? Dengan alat-alat yang canggih di HIU ini.”

Kunjungan ini juga memberikan kesan bagi Annisa, “Saya senang sekali berkesempatan hadir di sini, bahkan kami bikin produknya langsung, serbuk jahe seperti itu. Dan itu pengalaman pertama saya yang luar biasa.”

Annisa melanjutkan, “Senang bisa dibimbing, dengan cara yang sangat dasar, dan kita bisa untuk sampai di produk hasilnya begitu. Ke depannya, semoga kami bisa terus berkunjung dengan para peserta yang lainnya dan belajar herbal lebih dalam lagi.”