Bagi Abu Dzar Alghifary, belajar di Eduwisata Kebun Herbal terasa jauh berbeda dari rutinitas kelas biasanya. Mahasiswa Fakultas Farmasi Universitas Muhammadiyah Banjarmasin (UMBJM) ini sampai kaget melihat teori yang selama ini hanya ia pelajari di kelas, tiba-tiba harus ia praktikkan sendiri di depan matanya.
“Selain kami mendapatkan materi yang sangat bermanfaat, materi itu juga sampai kita aplikasikan. Jadi, tidak cuma teori, tetapi juga praktikal. Di mana akhirnya, teori yang kami pelajari di kuliah juga bisa kami langsung praktikkan di sini,” ujar Alghifary seusai acara.
Ia dan teman-temannya tak sekadar duduk mendengarkan materi saja. Mahasiswa diajak menyaksikan langsung seluruh rangkaian produksi obat herbal di Herbal Indo Utama (HIU), mulai dari menanam bibit di kebun, mengolah simplisia, hingga memproduksi dan mengemasnya menjadi produk siap edar.
Alghifary hanya salah satu dari total 173 mahasiswa UMBJM yang mengikuti kunjungan industri sekaligus Kuliah Kerja Lapangan (KKL) di sarana-sarana industri yang dikelola oleh HIU. Kegiatan ini berlangsung dalam dua gelombang, yakni Senin-Selasa (26–27 /01/2026) dan Kamis-Jumat (29-30/01/2026).
Selama dua hari penuh, dari pukul 09.00 sampai 16.00 WIB, para calon farmasis muda ini benar-benar digembleng dan ditempa langsung di dunia industri. Mahasiswa tak hanya diajak berkeliling, tetapi juga disuguhi segelintir materi dan praktik yang sangat edukatif.
Dua Hari yang Padat Ilmu

Hari pertama lebih banyak dihabiskan untuk observasi ke lapangan. Usai pembukaan dan pengenalan profil perusahaan, rombongan diajak berkeliling, melihat kebun herbal, rumah pembibitan, ruang pengolahan simplisia, gudang bahan baku, hingga dua area produksi utama.
Hari pertama ditutup dengan pembekalan materi terkait Peran Farmasis di Dunia Industri oleh Bapak apt. Agus Santosa, S.Farm. Sementara itu, di hari kedua, nuansa agak berbeda dengan hari pertama yang berfokus pada produksi. Kali ini, mahasiswa diajak berpikir layaknya pengusaha.
Sesi di hari kedua dimulai dengan materi Pemasaran oleh Bapak Erik Arya Tandi, Amd.Farm, kemudian dilanjutkan pembahasan seputar Kewirausahaan dan Business Model Canvas (BMC) oleh Bapak An’im Fathoni Arianto, S.Farm.
Simulasi Menjadi Wirausaha

Tak hanya teori, peserta dibagi kelompok untuk mempraktikkan ilmu tersebut, yakni merancang produk herbal, menyusun model bisnis, lalu mempresentasikan ide mereka di depan teman dan dewan juri. Suasana jadi ramai dengan diskusi dan presentasi yang seru.
Dosen pendamping dari UMBJM, Bapak Muhammad Awaludin Padjrin, M.Farm., menilai pengalaman ini sangat berharga. “Kegiatan seperti ini memang belum kita lakuan di kampus, dan di sini, mereka langsug turun tangan untuk kegiatan produksi dan sebagainya,” ujarnya.
Bapak Muhammad Awaludin Padjrin, M.Farm., juga menilai kegiatan ini sangat positif karena memberikan pengalaman yang belum tentu mereka dapat di kampus. Sementara dosen pendamping lain, Ibu Mi’rajunnisa, M.Farm., berharap bekal ini bisa menjadi modal kuat setelah lulus.
“Pengalaman yang didapat nantinya akan sangat berguna untuk mahasiswa, apalagi setelah mereka lulus. Setelah mendapatkan pengalaman dari sini, kemungkinan mahasiswa telah mendapatkan wawasan terkait bagaimana cara berwirausaha, cara marketing-nya, cara memasarkan produk yang dibuat tersebut,” tegasnya.



