Kunjungan Industri ke Herbal Indo Utama, Mahasiswa UMW Coba Bikin Produk Herbal Sendiri!

Melihat secara langsung bagaimana sampel diuji dan simplisia dirajang adalah suatu pengalaman baru bagi Muhammad Reza Nofriyan. Mahasiswa Farmasi ini mengaku, sebelum kunjungan ini, ia tidak tahu persis bagaimana sebuah tanaman bisa berubah menjadi produk obat herbal yang siap dikonsumsi.

Wawasan berharga itu didapat Reza bersama 107 rekan-rekannya dari Program Studi Farmasi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Mandala Waluya (UMW) Kendari. Mereka baru saja menyelesaikan kunjungan industri intensif selama dua hari di Herbal Indo Utama (HIU) pada Senin-Selasa, 3-4 November 2025. Kunjungan ini bukan sekadar tur biasa; mahasiswa juga ditantang untuk memformulasikan produk herbal mereka sendiri dari nol.

Kunjungan Industri Hari Pertama Universitas Mandala Waluya (UMW) ke Herbal Indo Utama

“Saya yang awalnya tidak tahu bagaimana cara pembuatan obat-obat herbal, jadi tahu ternyata dia dibuat seperti ini, dilakukan perajangan seperti ini, hingga bagaimana sampelnya diuji,” ujar Reza saat ditemui, setelah rampung mempresentasikan produk yang ia buat sendiri bersama kelompoknya.

Keseruan bermula dari hari pertama dengan serangkaian factory tour ke berbagai sarana HIU. Dibagi per kelompok, mahasiswa berkeliling ke Sarana Japun (rumah pembibitan, kebun herbal, rumah pemrosesan simplisia, rumah percetakan) sebelum berpindah ke Sarana Surodadi dan Kalangan untuk melihat pabrik produksi obat, pangan, kosmetik, hingga laboratorium yang digunakan untuk riset dan formulasi.

Kunjungan Industri Hari Kedua Universitas Mandala Waluya (UMW) ke Herbal Indo Utama

Pada hari kedua, fokus bergeser dari produksi ke bisnis dan praktik. Mahasiswa mendapat materi pemasaran dari Kepala Marketing HIU, Bapak Erik Arya Tandi, serta materi entrepreneurship dari Kepala Marketing Maklon HIU, Bapak An’im Fathoni Arianto.

Puncak acara adalah sesi praktik. Dengan berbekal berbagai herbal mentah dan alat sederhana, setiap kelompok ditantang meracik formula produk mereka sendiri. Tak berhenti di situ, mereka juga harus mensimulasikan rencana bisnisnya ke dalam Business Model Canvas (BMC) dan mempresentasikannya di hadapan juri.

Pengalaman seru Reza ini tentunya juga dirasakan rekan-rekannya, hal senada, salah satunya juga disampaikan peserta lainnya, Muhammad Arif. “Kami di sini banyak mendapatkan ilmu yang tidak kami dapatkan di bangku perkuliahan. Contohnya seperti cara pembuatan obat herbal,” tutur Arif.